Bahasa IndonesiaEnglish (United Kingdom)

Support Jalatama

Sedang Online

Kami punya 3209 tamu online
Home
2010-08-31 PDF Cetak Surel
Ditulis oleh faisal   
Selasa, 31 Agustus 2010 11:24

31 August 2010

 

» Hang Seng

Indeks Saham Hong Kong dibuka merosot pada perdagangan di hari Selasa (31/08), menuju level terendah selama sebulan, setelah rally mulai awal Juli hingga mereda di awal bulan ini.

Saham-saham di bursa AS jatuh dengan volume tipis sepanjang tahun ini pada hari Senin (30/08) akibat kekhawatiran tentang langkah pemulihan ekonomi dibayangi data yang menunjukkan peningkatan belanja konsumen dan pendapatan.

"Faktor utama masih khawatir luas tentang resesi double-dip dan pertanyaan tentang keberlanjutan pendapatan yang kuat dari Cina," kata Tony Tong, kepala strategi pasar di Cina Everbright Group.

Di Hong Kong pada hari Senin (30/08), benchmark Hang Seng Index. HSI berakhir 0,7 persen lebih tinggi.

» JPY

yen menguat hingga memasuki bulan keempat versus dolar AS, penguatan terpanjang lebih dari 1  1/2 tahun, akibat ekonomi global yang tak kunjung membaik sehingga  meningkatkan permintaan untuk mata uang Yen sebagai tempat berlindung.

Yen menguat secara bulanan terhadap semua dari 16 perusahaan valuta utama sebelum rilis data tenaga kerja minggu ini yang diperkirakan menunjukkan data pekerjaan AS berpotensi.

Swiss franc naik ke rekor terhadap euro sebagai saham Asia turun, membatasi permintaan untuk aset yang lebih tinggi-menghasilkan.

"Kekhawatiran tentang prospek ekonomi global tetap kuat, beban berat di risk appetite," kata Toshiya Yamauchi, seorang analis mata uang senior di Tokyo pada Ueda Harlow Ltd "Yen mungkin untuk menarik minat beli."

Yen menguat menjadi 84,40 per dolar di 11:52 di Tokyo dari 84,62 di New York kemarin. Hal ini diperkuat 2,5 persen terhadap greenback sejak Juli 31. Mata uang Jepang terapresiasi menjadi ¥ 106,83 per euro dari 107,14 kemarin. dolar itu berdiri pada $ 1,2658 per euro dari $ 1,2663.

» GBP

Bank of England akan meninggalkan kebijakan suku bunga rendah sampai kuartal kedua tahun 2011 karena pemerintah berusaha memotong pengeluaran untuk mencegah risiko resesi double-dip, demikian ungkap Kamar Dagang dan Industri Inggris (British Chambers of Commerce/BCC)

Ekspansi ekonomi mungkin tumbuh rata-rata 2 persen dalam lima tahun ke depan, lebih rendah dari rata-rata 3 persen dalam 15 tahun hingga 2007, ungkap kelompok peneliti yang berbasis di London mengatakan dalam sebuah pernyataan hari ini, Selasa (31/08).

Ekonomi Inggris mulai tumbuh sejak tahun 2001 pada kuartal kedua, namun seteah itu berbagai ancaman timbul terkait persoalan ekonomi, inflasi diantaranya.